Temui Pelajar di Polda Metro Jaya, Kak Seto Sebut Ada yang Demo Karena Ikut-ikutan

Merdeka.com – Aktivis perlindungan anak, Seto Mulyadi mendatangi Mapolda Metro Jaya pada Rabu (25/9) malam. Seto datang menemui anak-anak dan berkoordinasi dengan kepolisian setelah ratusan anak diamankan karena ikut berunjuk rasa di Gedung DPR.

Seto mengatakan sempat berdialog dengan beberapa anak dan salah satu alasan mereka ikut demo karena ikut-ikutan. Selain itu juga ada yang terpengaruh sejumlah isu yang masih belum jelas.

“Ada satu yang bilang ikut-ikutan. Karena semua teman begitu, enggak enak (kalau enggak ikut),” ujarnya.

Salah satu isu yang juga mempengaruhi anak-anak ini ikut demo adalah soal Pasal dalam RKUHP yang menyebut bahwa suami bisa disebut memperkosa istrinya jika memaksa berhubungan badan.

“Ada jugalah yang hanya mendengar bahwa ada isu-isu yang sangat merugikan katanya kalau suami istri kok enggak boleh berhubungan, gimana dong nanti punya anak. Jadi banyak mungkin pandangan-pandangan yang belum jelas tapi buat mereka semacam bagian dari hiburan,” jelasnya.

Pihaknya juga ingin mencegah jangan sampai anak-anak tersebut dieksploitasi. Karena, biasanya mereka digerakkan tanpa tahu apa tujuan dari kegiatan yang dilakukan. Apalagi, menurutnya, emosi anak-anak masih rawan dan mudah tersulut jika ada benturan konflik.

“Sehingga takut ada kecelakaan dan sebagainya. Jadi kami mohon juga ada pengawasan yang tepat,” ujarnya.

Pihaknya juga memberi apresiasi kepada kepolisian. Kendati ada aparat yang dilempari saat mengamankan unjuk rasa, polisi tetap memperlakukan anak-anak dengan mengacu pada UU sistem peradilan pidana anak.

“Kalau memang harus ada diversi dan sebagainya, saya mohon dan jangan ditempatkan di tempat tidak layak. Sehingga mereka tetap dihargai sebagai anak,” ujarnya.

Turunnya pelajar ke jalanan untuk berunjuk rasa menurutnya pengaruh sistem pendidikan yang terlalu ketat, penuh kekerasan, dan banyak PR. Aksi kemudian menjadi tempat pelarian anak-anak.

“Ini juga harus jadi koreksi kita semua,” ujarnya.

Berdasarkan hasil dialognya dengan sejumlah anak, Seto mengatakan ada guru mereka yang tahu muridnya ikut aksi dan ada yang tidak tahu. Pihaknya menyarankan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pendidikan di DKI Jakarta agar mengontrol kepala sekolah agar melindungi muridnya.

“Jangan sampai terjerumus dalam tindakan yang anak-anak sendiri belum tahu tapi akhirnya menjadi korban,” imbaunya.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan kepolisian, saat ini polisi tengah mendata anak-anak yang diamankan. Pihaknya pun tak diizinkan bertemu anak-anak yang dianggap pelaku dalam aksi tersebut karena tengah dalam proses pemeriksaan.

“Mungkin dalam satu dua hari ini kami akan dipanggil untuk bisa bertemu dengan para terduga sebagai pelaku. Kami hanya ingin tahu motivasi dari mereka. Dan kemudian apakah ada yang menggerakkan. Jangan sampai anak-anak dieksploitasi untuk kepentingan-kepentingan politis,” jelasnya. [ray]

src: https://www.merdeka.com/peristiwa/temui-pelajar-di-polda-metro-jaya-kak-seto-sebut-ada-yang-demo-karena-ikut-ikutan.html